Pengaruh Pandemi Terhadap Harga USD



Pengaruh Pandemi Terhadap Harga USD



Seperti yang kita ketahui, perekonomian dunia saat ini sedang kurang stabil akibat pandemi global virus corona. Bagaimana pengaruh pandemi ini terhadap harga USD di pasar forex? Mari kita bahas.


Selama masyarakat masih merasa terancam oleh penyebaran virus corona, USD diperkirakan akan terus menguat, sehingga berpengaruh pada harga currency pairs yang melibat USD, atau biasa disebut major pairs. Trend naik turunnya harga currency pairs ini biasa disebut dengan istilah bullish dan bearish. Sebelum mengenal apa itu bullish dan bearish, yuk, kita ingat kembali apa itu currency pairs.


Sekilas tentang currency pairs


Dalam forex, mata uang selalu diperjualbelikan dalam bentuk pasangan, atau currency pairs. Misalnya EURUSD, di mana EUR disebut base currency dan USD disebut quote currency. Nah, harga kedua mata uang ini saling mempengaruhi. Kalau nilai EUR sedang menguat, maka akan melemahkan nilai tukar USD terhadap EUR; dan sebaliknya.


Lalu, apa sih hubungan currency pairs dengan bullish dan bearish?


Istilah bullish diambil dari kebiasaan bertarung banteng yang menyeruduk lawan ke atas. Sama seperti dalam forex, di mana bullish menandakan harga base currency yang naik ke atas atau menguat. Sebaliknya, bearish diambil dari cara bertarung beruang yang membanting lawannya hingga jatuh ke tanah. Dalam forex, bearish menandakan harga base currency yang terus jatuh atau melemah.


Sekarang, mari kita mampir sebentar ke Eropa


Sejak virus corona menyebar di Italia akhir Februari lalu, kondisi ekonomi Eropa cukup melemah hingga sekarang. Angka pengangguran diprediksi makin meningkat dan daya beli masyarakat secara keseluruhan pun ikut menurun. Hal ini menyebabkan melemahnya EUR terhadap USD. Kalau kita lihat dalam bentuk currency pair EURUSD, maka nilai EUR sebagai base currency sedang mengalami penurunan. Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa saat ini pasangan EURUSD sedang dalam posisi bearish.


Bagaimana dengan major pairs lain?


Secara keseluruhan, USD masih lebih kuat dibandingkan mata uang major lainnya. Pasangan GBPUSD misalnya. Selama bulan April dan Mei, GBP terus mengalami penurunan terhadap USD, atau bearish. Major pairs lain pun mengalami hal yang kurang lebih sama; AUDUSD dan NZDUSD juga mengalami trend bearish. Namun, pasangan USDCAD dan USDJPY berada dalam trend yang berbeda. Karena harga USD sebagai base currency menguat pasangan quote currency-nya, maka kedua pasangan ini sedang berada dalam posisi bullish.


Melihat kondisi belakangan, kamu bisa melakukan trading dua arah dengan membuka posisi buy pada saat harga sedang bullish dan posisi sell saat sedang bearish. Dengan strategi ini, kamu tetap bisa mendapatkan peluang profit dalam kondisi pasar apa pun.


Selain itu, sebagai trader MIFX, akunmu juga dilengkapi dengan fitur margin call dan kamu juga bisa mengatur stop loss. Manfaatkan kedua fitur ini sebagai rem tambahan untuk mencegah risiko loss yang terlalu besar. Selain itu, jangan lupa untuk terus mendiversifikasi portfolio kamu, ya.


Klik https://balitradersacademy.com/ untuk join kelas trading gratis

Sumber mifx


Komentar